Cerita Lapang

Berdaya Pangan Dimulai dari Keberanian Perempuan Tani Memimpin, Menanam, dan Bermimpi

MAPAN

"Berdaya pangan dimulai dari keberanian perempuan tani memimpin, menanam, dan bermimpi"

Ketahanan pangan Indonesia butuh ekosistem yang inklusif—dan perempuan adalah bagian penting di dalamnya. Pada Sabtu, 23 Mei lalu, Syngenta Indonesia menjadi bagian dari acara Bersama Kawal Masa Depan Pangan (BEKAL MAPAN) diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan MAPAN (Masa Depan Pangan) yang bertujuan untuk mengawal ketahanan pangan dengan menyuarakan aspirasi petani dan nelayan di akar rumput serta riset kebijakan untuk mendorong reformasi kebijakan demi memperjuangkan hak petani dan nelayan agar dapat mandiri, berdaya, dan sejahtera.

MAPAN

Dalam diskusi “Melampaui Sekat Dapur: Ruang Gerak Perempuan untuk Masa Depan Pangan”, Syngenta diwakili oleh Ibu Nanin Noorhajati (CPD Head Indonesia) menjadi salah satu narasumber. Di sini Ibu Nanin memperkenalkan PUTRI Petani MAJU (Perempuan Tani Syngenta Raih Impian) yang merupakan inisiatif Syngenta Indonesia dalam memperkuat akses petani perempuan pada edukasi, inovasi, jejaring komunitas, hingga peluang peningkatan nilai tambah hasil panen. Melalui PUTRI, Syngenta menghadirkan ruang yang lebih inklusif agar petani perempuan dapat terkoneksi, bertumbuh, dan berkontribusi lebih optimal dalam ekosistem pertanian nasional.

MAPAN