Hilirisasi Jagung untuk Kesejahteraan Petani
Syngenta Indonesia kembali berbagi insight di Temu Usaha Agribisnis, salah satu agenda strategis PENAS KTNA XVII pada 22 Juni 2026 yang mengangkat hilirisasi komoditas pangan dan hortikultura.
Pada sesi Hilirisasi Jagung, Fauzi Tubat (CP National Sales Head Syngenta Indonesia) memaparkan bahwa pemanfaatan jagung terbesar masih untuk pakan ternak (70%), disusul bahan baku industri makanan & minuman/F&B (27%). Hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas harga saat panen raya, menciptakan lapangan kerja, mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan seluruh bagian tanaman jagung.
Sebagai produsen benih jagung hibrida, Syngenta Indonesia mendorong beragam produk hilir mulai dari pakan ternak, industri rumahan, F&B, silase, hingga inovasi bernilai tambah seperti biochar.
Inisiatif terbaru Syngenta Indonesia bersama TerraBaru mengolah residu tongkol jagung menjadi biochar, sebuah solusi untuk membantu memperbaiki kesehatan tanah, mendukung produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Syngenta Indonesia dalam pertanian regeneratif dan berkelanjutan.
Terima kasih untuk ruang diskusi yang memperkuat kemitraan, memperluas akses pasar, dan mendorong agribisnis yang berdaya saing.